Kenaikan BBM Sulitkan Pengusaha SPBU

Kenaikan BBM Sulitkan Pengusaha SPBU

Senin, 29 April 2013
DSCF1829Dinamika Kepri (Jakarta) - Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium dengan dua harga berbeda bakal menyulitkan pihak pengusaha Stasisun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Sebab, selain bakal memiliki lebih besar tekanan dari konsumen pihak SPBU juga mesti melakukan renovasi infrastruktur dan instalasi pendistribusian BBM di SPBU dan juga melakukan perubahan sistem komputerisasi yang ada.

Pembagian dua harga penjualan BBM (dual price system) ditanggapi pesimis oleh para pengusaha SPBU. Bahkan, banyak diantara mereka yang tidak setuju terhadap pemberlakuan dua harga tersebut. Mereka mengatakan permberlakuan dua harga trsebut akan merugikan secara ekonomi.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi, atau Hiswana Migas, Nur Adib, mengatakan, modal pengusaha SPBU dipastikan harus ditambah dengan pemberlakuan sistem ini. Ia menegaskan, pihak pengusaha harus pula menambah SDM yang nantinya diterjunkan ke lapangan khusus untuk memilah konsumen, sesuai dengan harga yang akan diberlakukan.

Mengatasi polemik ini Nur Adib mengemukakan usul yang dianggapnya paling simpel jika memang pemerintah memaksakan sistem ini diberlakukan pada akhirnya. Ia mengusulkan penggunaan kupon yang dikhususkan bagi mereka, para konsumen yang diberikan subsidi untuk bisa membeli premium seharga Rp 4500. Usulan tersebut sudah disampaikan pada pemerintah. Syangnya, usul itu tidak ditanggapi