Saya ingin menjembatani aspirasi dari Papua," ujar Edo di Rumah Kebangsaan, Jalan Pattimura No 9, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2013). Jembatan aspirasi, jelas Edo, perlu dilakukan. Sebab tanah Papua lebih sering tidak sampai ke pusat. "Ya kadang cuma jadi wacana saja," ucap pemilik nama lengkap Ehud Edward Kondologit ini.
Dengan demikian, tambah Edo, menjadi calon anggota legislatif (caleg), menjadi jalan satu-satunya membawa aspirasi rakyat ke pusat. "Saya harus ke rumah (Parlemen), untuk semakin berdayakan Papua," kata pria kelahiran Malanu, Sorong, 5 Agustus 1967.
Menurut Edo, kebanyakan parpol memang pada saat ini banyak menggaet kalangan artis untuk menjadi caleg. Namun tak semua kalangan artis hanya menjadi pendulang suara. Kebanyakan artis sudah lama menjadi kader suatu partai. "Saya sudah lama di PDI Perjuangan, 7 tahun. Saya bidangi masalah kebudayaan," pungkasnya.
Edo lebih lanjut mengatakan, semua parpol diimbau agar tidak sembarangan menggandeng artis. Dunia hiburan dengan politik sungguh bertolak belakang. Membekali diri, dikaderkan. Saya sudah 7 tahun jadi kader PDIP, jadi bisa belajar bagaimana mengonsilidasikan agenda politik," tutupnya.
Komentar